Berbagi bersama di Panti Asuhan Al-Maa'uun

Salah satu kegiatan rutin dibulan Ramadhan berupa silaturrahim dan buka bersama. Tahun 2013 ini dilaksanakan di Panti Asuhan Al-Maa'uun.

QT Berbagi di Panti Asuhan Nurul Ummah

Kegiatan silaturrahim dan buka bersama di Panti Asuhan Nurul Ummah. Hal yang luar biasa anak-anak disini juga sebagian menghafal Al-Quran.

Silaturrahim dan buka bersama di Panti Asuhan

Acara silaturrahim dan buka bersama di panti asuhan Kuncup Mas Banyumas. Merupakan kegiatan rutin bulan Ramadhan.

QTA Berbagi Di Panti Asuhan Daarul Hadlonah

Tahun ini kami bersilaturrahim dengan panti asuhan Daarul Hadlonah. Dalam kegaitan silaturahim ini kami juga memberikan pengetahuan kesehatan khususnya bagi remaja.

QT Berbagi dengan Faizi

Kitaberbagi kembali menyalurkan bantuan untuk anak Faizi, Pasien 2,5 Tahun penderita luka bakar grade 3, infeksi CMV, anemia, sepsis dan stomatitis dan asma.

Tuesday, 9 December 2014

Qt Berbagi dengan Ibu Turmi

By : Aryo
Cobaan memang tak pandang usia, Rumah Ny. Turmi yang berusia 67 tahun terbakar habis sehingga menderita luka bakar yang cukup serius, dalam istilah medis disebut combustio grade II, tubuhnya terbalut kassa untuk menutupi luka bakarnya sehingga harus menjalani perawatan di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. Ny Turmi tinggal di Desa Dukuhwaluh Rt 02 Rw 04 Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Kondisi rumah habis terbakar. Beliau tinggal berdua dengan suami yang juga menderita katarak dan tuna rungu sehingga menyulitkannya dalam berkomunikasi. Suaminya pun tidak memiliki pekerjaan yang tetap.

Setelah rumahnya terbakar habis, mereka mengalami kesulitan tempat tinggal. Bingung hendak tinggal dimana, akhirnya masyarakat membuatkan gubuk kecil di samping mushala RT sebagai tempat tinggalnya. Saat tim Qta berbagi berkunjung ke tempat tinggalnya, Ruang dengan ukuran sekitar 2 x 3 meter itu begitu gelap dan sempit karena berada diantara bangunan mushala. Suaminya pun harus berkali-ali pergi meninggalkan Ny. Turmi di RS tanpa ada keluarga yang menunggu untuk mencari pekerjaan serabutan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Ny. Turmi sebenarnya memiliki satu anak namun sudah meninggal sehingga tidak ada keluarga lain yang menunggunya.

Memperhatikan kondisi Ny. Turmi ini kami memberikan santunan yang kami berikan berupa uang sejumlah Rp 1.000.000,00. Dana ini beasal dari donatur yang menitipkan uangnya melalui kami untuk diberikan kepada fakir miskin atau keluarga yang kurang mampu.

Semoga dengan santunan ini untuk memperkuat tali persaudaraan antara sesama dan membantu meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan. Harapan kami ke depannya adalah organisasi ini tetap aktif memberikan bantuan-bantuan terhadap orang-orang yang membutuhkan seperti fakir miskin, yatim piatu, duafa, dan orang yang terkena musibah.

Ny Turmi sangat berterimakasih kepada mereka yang membantunya. Tak lupa beliau juga mendo'akan donatur dan menitipkan salam melalui kami. Semoga dengan publikasi ini salam beliau sampai pada donatur.

Masih banyak orang-orang kurang mampu yang membutuhkan uluran kita. Mari kita sisihkan sebagian rizki kita bagi mereka melalui rekening kita berbagi.Bagi saudara yang ingin bersama-sama membantu saudara kita yang lain, bantuan dapat ditransfer melalui Bank Mandiri dinomor berikut, atau klik untuk menggunakan fasilitas internet banking.

Monday, 17 November 2014

QT Berbagi, Menyampaikan Bantuan Untuk Panti Asuhan Muhammadiyah

By: Suhestya Sandy

Guna menyambung tali silaturrahmi yang telah dijalin sejak bulan ramadhan yang lalu dan menyampaikan amanat dari para donatur, pada hari Jumat 14 November 2014 Qta berbagi kembali berbagi kebahagiaan untuk anak-anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Sokaraja.

Kegiatan yang diadakan di Panti Asuhan yang beralamat di Jl. Karangbangkang No.29 Sokaraja Tengah Kabupaten Banyumas ini syukur alhamdulillah berjalan dengan lancar dan santunan yang diberikan berupa keperluan sembako dan dana operasional untuk anak asuh dapat diterima dengan baik oleh pihak panti.

Ucapan syukur dan terima kasih tidak henti-hentinya disampaikan oleh ibu Eulis Triyani, S.Pd selaku anggota pengurus panti guna menunjang dan memotivasi anak asuhnya untuk berkembang dan bersemangat dalam kehidupan yang lebih baik selayaknya anak-anak lain di luar panti. “Kami sangat berterima kasih sekali dan bersyukur karena dengan bantuan yang diberikan oleh Qta berbagi ini semoga bisa menjadi motivasi untuk membantu anak asuh kami agar bisa berkembang dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.” Ujar ibu Eulis.

Qta berbagi juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur karena telah berperan serta dan melebihkan sedikit rejekinya untuk membantu kami dalam melancarkan kegiatan-kegiatan yang kami adakan untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Semoga apa yang kita berikan dapat memberikan manfaat bagi mereka dan semua pihak yang berperan diberikan keberkahan baik di dunia maupun di akhirat. Amin

Bagi saudara yang ingin bersama-sama membantu saudara kita yang lain, bantuan dapat ditransfer melalui Bank Mandiri dinomor berikut, atau klik untuk menggunakan fasilitas internet banking.

Sunday, 26 October 2014

QT Berbagi Dengan Dika Mulyanto

By : Bintang Ryzma
Beban hidup memang tak pandang usia. Hidup miskin memang dirasa pedih manakala kita merasa berbeda dengan yang lainnya. Sedikit cerita dari Ny Rusinah. Warga desa Rembang Kab. Purbalingga. Beliau adalah seorang janda yang menjadi tulang punggung keluarganya semenjak suaminya dipanggil Sang pencipta. Seorang ibu dari tiga orang anak. Anak terakhir bernama Dika Mulyanto 19 tahun, menjadi seorang pasien penderita Tumor Otak. Mendapati penyakit anaknya membuat Rusinah harus selalu menemani anaknya menjalani perawatan di RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Di Rumah Sakit tersebut Dika harus menjalani operasi pengangkatan Tumor. Sayangnya tindakan Operasi tersebut tidak hanya dilakukan sekali karena tumor yang terlalu besar. Namun demikian dalam kesulitan ekonomi dalam menjalani ujian ini Ibu Rusinah bersyukur karena biaya perawatan di Rumah Sakit tersebut dibiayai oleh pemerintah melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Sehingga ibu Rusinah tidak perlu memikirkan biaya pelayanan di Rumah Sakit tersebut.

Namun demikian, Pemerintah tidak menjamin biaya hidup keluarga atau penunggu pasien seperti kebutuhan makan, pakaian atau kebutuhan khusus seperti diapers dan lain-lain untuk Dika Anaknya. Sehingga ibu Rusinah harus memikirkan jalan keluarnya sendiri. Tidak ada sanak maupun saudara yang berada dekat dengannya. Ibu Rusinah memang begitu menyayangi anak-anaknya, sehingga dia tidak ingin membebani anak-anaknya untuk ikut memperhitungkan biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri beserta Dika selama di rawat dirumah sakit. Sementara bagi ibu Rusinah sendiri jika tidak bekerja maka tidak ada pemasukan untuk kebutuhan hidupnya. Sebuah pilihan yang sulit yang harus dipilih oleh ibu Rusinah.

Dalam menunggu Dika anaknya selama proses perawatan, Ibu Rusinah rela cukup hanya dengan tidur beralaskan koran sendirian, makan seadanya bahkan mengabaikan kondisinya yang sebenarnya sudah cukup renta. Lelah dan letihnya tidak ia hiraukan demi kesembuhan Dika anaknya.

Penyakit Tumor yang sudah cukup besar membuat Dika harus menjalani perawatan cukup lama di Rumah sakit sehingga biaya menunggu dan kebutuhan khusus lainnya juga semakin besar. Lamanya perawatan juga dilakukan berulang kali karena sifat penyakitnya yang tidak dapat dilakukan tindakan dalam satu kali operasi. Saking lamanya masa perawatan Dika, perawat di yang merawat pasien tersebut sampai hafal benar bagaimana kondisi Dika dan keluarganya baik secara medis maupun ekonomi.

Berdasarkan kondisi itulah kemudian tim kitaberbagi.org memberikan bantuan sekedarnya untuk keperluan penunggu pasien dan keperluan-keperluan khusus pasien selama perawatan. Bantuan yang diberikan merupakan titipan dari saudara-saudara yang menitipkan sebagian rizkinya melalui kami. Bantuan diberikan berupa uang tunai sebesar Rp. 1.500.00,00 dan diterima oleh Ibu Rusinah.

Ibu Rusinah tidak dapat menahan haru dan tangisnya ketika menerima bantuan yang sungguh tidak disangka-sangka. Setelah tenang, Ibu Rusinah mengucapkan terimakasih kepada saudara-saudara yang sudah memberikan bantuan. Tak lupa juga beliau berdo'a semoga Tuhan memberikan balasan yang berlipat ganda.

Di tempat lain, masih banyak pasien atau mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Melalui kitaberbagi.org kami mengajak pembaca semua untuk menyisihkan sebagian rizkinya untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Bantuan dapat disalurkan melalui Bank Mandiri pada nomor rekening dibawah ini. Atau silahkan klik untuk memberikan donasi melalui fasilitas Internet Banking Mandiri. Semoga Tuhan memberikan balasan atas bantuan yang diberikan.

Friday, 25 July 2014

QT Berbagi di Panti Asuhan Muhammadiyah Sokaraja

By Nurul Hamami

Ramadhan bulan yang penuh dengan keberkahan, jadi Pilihan tepat di bulan penuh rahmat untuk membahagiakan anak yatim. Dengan donasi dari anda telah membahagiakan anak yatim dibulan Ramadhan. Tak hanya sekotak nasi untuk berbuka, namun anak yatim punya asa mewujudkan masa depan bahagia. Mari raih berjuta keberkahan di bulan yang suci.

Sebagai kegiatan dari program Yatim Energik dan Sehat (YES), Qta Berbagi pada hari Rabu 23 Juli 2014 bertempat di panti asuhan Muhammadiyah Sokaraja memberi santunan kepada anak anak yatim dan dhuafa, Rangkaian acara tersebut berupa Pemberian Alat sekolah, untuk menunjang kegiatan belajar mereka, Kompor gas guna menunjang pemenuhan gizi dan uang tunai sebesar Rp.6.000.000,- untuk pembiayaan sekolah.

Sebelumnya menurut hasil survey di panti asuhan tersebut dengan kapasitas anak asuh laki laki sebanyak 20 orang kisaran umur 12 sampai 18 tahun belum memiliki kompor gas, selain itu anak anak masih bersekolah di Mts Muhammadiyah dan SMA Muhammadiyah sokaraja itu juga kekurangan peralatan belajar. Selain itu di rumah asuh putri yang terpisah beberapa rumah dari rumah asuh putra juga setali tiga uang, sama dengan keadaan rumah asuh putra.

Menurut Muhammad Isnanto ketua Qita Berbagi Foundation bahwa kegiatan ini adalah bentuk dari penyaluran Program YES (Yatim Energik dan Sehat). “Harapan kami, kesehatan anak-anak yatim dapat terjaga dengan baik agar menghasilakan generasi penerus bangsa yang cerdas,” ujar Muhammad Isnanto.

Sementara itu, Ustad Asrofi selaku Pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah Sokaraja dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan dari Qita Berbagi Foundation.

Qta Berbagi Foundation senantiasa mengajak Bapak Ibu Saudara Saudari untuk senantiasa bersedekah menyisihkan rizki guna sehat dan cerdasnya anak-anak bangsa yang Allah uji dengan kekurangan dalam beberapa hal.

Bagi saudara yang ingin bersama-sama membantu saudara kita yang lain, bantuan dapat ditransfer melalui Bank Mandiri dinomor berikut, atau klik untuk menggunakan fasilitas internet banking.

Friday, 18 July 2014

QT Berbagi di Panti Asuhan Nurul Ummah

Alhamdulillah, Segalapujibagi Allah Tuhan semesta alam. Silaturrahim dan buka puasa bersama di Panti Asuhan Nurul Ummah akhirnya dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Meskibe berapa kendala harus dijalani seperti lokasi yang terletak jauh dari jalan utama bahkan melalui perkebunan atau bahkan bisadi sebut hutan untuk beberapa kilometer jauhnya, yang diantaranya tidak ada penduduk sehingga beberapa dari kami nyaris tersesat. Namun Alhamdulillah semua bisa dilalui dan semua bisa berkumpul bersama bersilaturrahim bersama keluarga besar panti asuhan Nurul Ummah.

Panti asuhan Nurul Ummah terletak di desa kaliori kecamatan kalibagor Kabupaten Banyumas. Desa kaliori terletak di sebelah selatan kawasan perkemahan Kalimasada dengan jarak sekitar 3KM dari jalan utama. Untuk menuju kelokasi, kami harus menyusuri jalanan sepi melalui kawasan lebat dengan pepeohonan, tidak ada rumah penduduk untuk beberapa kilometer jauhnya dari jalanan utama. Namun demikian ada beberapa persimpangan jalan diantaranya sehingga sedikit membingungkan bagi mereka yang baru pertama mengunjungi panti tersebut. Beberapa petunjuk arah telah disediakan namun karena lebatnya kawasan perlu kejelian bagi pengendara untuk menemukan lokasinya.

Terdapat sekitar 50 anak yangtinggal dip anti asuhan Nurul Ummah, sebagian mereka adalah siswa sekolah tingkat pertama dan tingkat atas. Para siswa bersekolah diluar lingkungan panti asuhan, karena dip anti asuhan belum dapat menyediakan sekolah menengah. Namun demikian mereka tetap bersemangat meski harus menyusuri jalan kuranglebih 3KM dengan berjalan kaki menyusuri lebatnya pepohonan kawasan hutan. Setalah berjalan sejauh itu mereka masih harus menggunakan bus antar kota untuk menuju sekolah masing-masing. Tantangan akan lebih berat ketika mereka hasu pulang sore dari sekolah dan terjadi hujan, karena harus berjalan kaki dalam kegelapan . tak ada lampu penerangan dijalan tersebut dan tidak ada penduduk yang tinggal dalam jarak tersebut. Selain sekolah formal diluar panti asuhan, mereka memiliki kegiatan-kegiatan didalam panti asuhan khususnya kajian-kajian agama islam. Bahkan sebagian dari mereka sedang mengikuti program Tahfidzul Qur’an atau menghafal Al-Qur’an yang dilakukan di Panti Asuhan. Meskipun penghuni panti berjumlah 50 orang namun peserta kajian dan kegiatan panti lainnya tidak hanya diikuti oleh mereka yang tinggal dipanti. Masyarakat sekitar juga turut serta menjadikan peserta kegiatan-kegiatan dipanti tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan sarana pendidikan untuk anggota pantia asuhan dan masyarakat sekitar, saat ini panti asuhan sedang mengembangkan sarana pendidikan mulai dari pendidikan pra sekolah sampai pendidikan tingkat dasar.

Acara silaturahim dan buka puasa bersama dimulai sekira pukul 17.00 dengan diawali salam sambut dari pengurus panti dan dari rombongan qtberbagi, kemudian dilanjutkan dengan Kultum dan Buka puasa bersama. Alhamdulillah terlihat wajah-wajah cerah dan bergembira dari di panti asuhan, terlebih ketika penyerahan bantuan secara simbolis di berikan kepada pengurus panti asuhan dan sesi photo bersama untuk dokumentasi penyerahan bantuan.

Sesuai dengan informasi dari panti sebelumnya tentang jenis bantuan yang dibutuhkan panti, bantuan yang diberikan kepada panti dari donator berupa bahan-bahan pokok, perlengkapan shalat dan mengaji, perlengakapan sekolah serta sejumlah uang tunai dengan total senilai Rp. 6.000.000,00.

Kami ucapkan terimakasih kepada donator yang telah menyisihkan sebagian dari hartanya untuk membantu sesama dalam kegiatan ini. Semoga Allah membalas dengan balasan yang berlipat ganda dan berkah.

Monday, 7 July 2014

Agenda Qt Berbagi di Bulan Ramadhan 1435 H

Melanjutkan tradisi berbagi dengan sesama, komunitas Qt Berbagi mengajak anda untuk menyisihkan sebagian rizkinya lebih banyak lagi terutama di bulan Ramadhan yang mulia ini. Selain kegiatan rutin yang terus berjalan baik di bulan Ramadhan ataupun bulan lainnya, Di bulan ramadhan ini secara khusus kita akan bersilaturrahim dengan adik-adik di Panti Asuhan, tepatnya Panti Asuhan Nurul Ummah yang beralamat di Kaliori, Kec. Kalibagor Kab. Banyumas.

Kenapa kami memilih Panti Asuhan Nurul Ummah? Silaturrahim dengan adik-adik di panti asuhan sudah merupakan program rutin kami yang selama ini berjalan, bahkan tidak hanya pada saat bulan Ramadhan. Namun di bulan Ramadhan ini kami mengajak anda, teman-teman semua untuk ikut menyisishkan sebagian rizkinya dan turut serta bersilaturrahim ke panti asuhan.

Ada banyak panti asuhan di sekitar kami, dan selama ini kami selalu berpindah-pindah dalam artian tidak fokus hanya ke satu panti asuhan saja. Panti asuhan Nurul Ummah berada di Desa Kaliori, Kec. Kalobagor Kab. Banyumas. Panti asuhan ini letaknya agak terpencil dan jauh dari perkotaan. Namun demikian semangatnya belajarnya sungguh luar biasa. Pada tahun 2012 panti ini mengasuh 20 anak, kini tahun 2014 panti ini sudah mengasuh 50 anak.

Program pendidikan di panti ini diantaranya adalah Tahfidzul Qur'an atau menghafal Al-Qur'an dan kajian Al-Quran untuk umum. Meski penghuni panti hanya 50 Orang namun pesertanya juga berasal dari warga sekitar atau diluar penghuni panti. Saat ini Panti Asuhan Nurul Ummah sedang menggalam program Orang Tua Asuh untuk meningkatkan keberlangsungan pendidikan anak-anak di panti. Dengan program orang tua asuh, para orang tua asuh dapat membantu biaya pendidikan mereka yang membutuhkan.

Banyaknya anak didik di panti dan biaya yang harus dikeluarkan untuk proses pendidikan mereka tentu cukup berat bagi pengurus. Sebagai gambaran, rata-rata biaya SPP sekolah (bukan panti) untuk satu anak sekitar Rp. 100.000,-.

Kapan kegiatan silaturrahim dilaksanakan. Insya Allah acara silaturrahim dan buka puasa bersama dengan mereka akan dilaksanakan pada hari Jum'at, 18 Juli 2014. Kita akan sama-sama bersilaturrahim dan berbagi bersama dengan mereka.

Bagaimana dengan kegiatan yang lain?
Kegiatan lainnya adalah santunan kepada kaum dhuafa terutama pasien atau keluarga pasien yang kurang mampu yang sedang menjalani perawatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Bantuan di fokuskan bagi mereka terutama pasien atau keluarganya yang berasal dari kalangan kurang mampu. Bantuan diberikan ditujukan untuk meringankan biaya pelayanan kesehatan mereka, atau untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang menunggu selama pasien dirawat. Kegiatan ini berlangsung terus menerus baik dibulan Ramadhan ataupun diluar bulan Ramadhan, oleh karena itu kami mengajak anda untuk terus menyisihkan rizkinya untuk membantu mereka kapanpun. Lebih detail tentang kegiatan ini dapat dilihat di sini

Informasi tentang pelaksanaan Silaturrahim dan buka puasa bersama di Panti Asuhan silahkan klik gambar disamping untuk memperbesar.

Donasi atau bantuan dapat disalurkan melalui rekening Bank Mandiri sebagaimana terdapat di sisi kiri halaman ini. atau menghubungi kontak person yang juga terdapat di sebelah halaman ini. Khusus bagi teman-teman yang bekerja di RSMS dapat menghubungi kami, dan jika diperlukan Insya Allah tim kami siap untuk mengambil donasi ke tempat teman-teman.

Thursday, 16 January 2014

Qt Berbagi Dengan Sabrina Azzahra

Sabrina Azzahra putri dari Bapak Sodimun dan Ibu Eflin Indriati Setiyo, bocah berumur 2,5 bulan ini terbaring tak berdaya. Sejak lahir hingga kini kepala bayi ini terus membesar akibat penyakit yang dideritanya, oleh dokter anak lucu ini difonis menderita Hydrochepalus. Suatu penyakit peningkatan produksi cairan di kepala secara terus menerus sehingga kepala semakin lama makin membesar.

Sabrina Azzahra dirawat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto tepatnya di ruang rawat Cempaka sejak 31 Desember 2014. Pada tanggal 2 Januari 2014 telah dilakukan tindakan operasi Endoscopic Third Yontriculostomy (ETU) di ruang Bedah Sentral RSMS. Alhamdulillah setelah dilakukan operasi kondisinya kian membaik. Namun demikian Sabrina Azzahra masih harus menjalani terapi atau control lanjutan setelah operasi.

Sebenarnya Bapak Sodimun sekeluarga tergolong keluarga kurang mampu yang mendapat jaminan pelayanan kesehatan dari pemerintah melalui program JAMKESMAS, artinya seluruh biaya pelayanan kesehatan bapak Sodimun dan keluarganya ditanggung oleh pemerintah. Namun Sabrina Azzahra yang baru berumur 2,5 bulan belum terdaftar sebagai peserta JAMKESMAS sehingga tidak memiliki kartu kepesertaan JAMKESMAS.

Mulai tanggal 1 Januari 2014 pemerintah memberlakukan jaminan kesehatan nasional dimana pembiayaan pelayanan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu yang semula ditanggung oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dialihkan ke Badan Penyelenggra Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sayangnya pada saati itu BPJS Kesehatan hanya menanggung pelayanan masyarakat yang sudah terdaftar atau memiliki kartu kepesertaan. Sehingga terpaksa semua biaya pelayanan dan operasi Sabrina Azzahra harus ditanggung oleh kedua orang tuanya. Total biaya yang harus di bayar oleh orangtua Sabrina sekitar Rp. 7.900.000,-

Bapak Sodimun yang hanya bekerja sebagai buruh dan istrinya sebagai ibu rumah tangga tentu merasa berat untuk membayar biaya dengan jumlah tersebut. Namun kesehatan anaknya tentu jauh lebih penting. Meski entah dengan apa nanti dia akan membayarnya mereka menyetujui tindakan operasi terhadap anaknya. Hingga pada tangagl 5 Januari 2014, dokter sudah mengizinkan mereka untuk pulang. Namun ketiadaan biaya membuatnya menahan diri untuk pulang.

Alhamdulillah berkat bantuan donator kitaberbagi, 3 hari setelah diizinkan pulang oleh dokter Sabrina Azzahra dapat pulang meninggalkan rumah sakit. Namun sayang sekali karena keterbatasan bantuan yang dapat kami berikan, bantuan tersebut hanya dapat mengurangi beban Bapak Sodimun. Pada saat kepulangannya Bapak Sodimun masih meninggalkan hutang biaya operasi anaknya. Ibu Eflin tidak dapat menahan harunya saat menerima bantuan. Tak lupa beliau menyampaikan sangat berterimakasih kepada para donatur yang telah dengan ikhlas hati menyisihkan sebagian hartanya untuk membantunya yang memang dari keluarga kurang mampu.

Semoga Sabrina lekas sembuh, dan semoga harta yang anda sumbangkan melalui kami dibalas oleh tuhan yang maha kaya. Mari terus bantu mereka dengan menyalurkan bantuan melalui kami. Terimakasih atas kepercayaan anda kepada kami.